Kamis, 13 Desember 2012

In House Training Peningkatan Metodologi Penelitian Dosen FK UII


Prestasi suatu universitas ditentukan oleh kemampuan penelitian dosen dan mahasiswa yang berskala regional, nasional dan internasional. Di UII dan FK UII kegiatan penelitian itu merupakan bagian dari Catur Dharma perguruan tinggi yang dicanangkan selain pendidikan, pengabdian dan dakwah.
Dari evaluasi diri diakui bidang penelitian ini yang terasa sangat lemah baik di kalangan dosen. Jumlah penelitian dan kualitas penelitian masih kurang dari yang diharapkan. Masih sedikit dosen FK UII yang berhasil mendapatkan grant penelitian, terutama dari eksternal. Salah satu penyebab dari hal ini adalah kualitas proposal yang kurang baik.
Hal tersebut disampaikan Dekan FK UII, dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes saat mengikuti acara In House Training Peningkatan Metodologi Penelitian Dosen, pada hari Sabtu – Minggu, 3 – 4 November 2012 di auditorium Fakultas Kedokteran UII, Kampus Terpadu UII, Sleman, Yogyakarta.
Lebih lanjut dijelsakan Dekan bahwa berbagai kebijakan telah dilakukan oleh fakultas salah satunya adalah program hibah penelitian. Untuk mendukung dan meningkatkan kualitas proposal perlu dilaksanakan program in house training metodologi penelitian. Peningkatan pemahaman staf edukatif tentang metodologi penelitian diharapkan secara tidak langsung meningkatkan kualitas proposal penelitian, sehingga dapat meningkatkan jumlah grant penelitian dari eksternal.
“Kegiatan ini secara tidak langsung mendukung indikator utama yaitu akreditasi program studi serta indikator tambahan yaitu peningkatan jumlah penelitian dosen dan mahasiswa,” katanya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola dengan institusi penyelenggara in house training adalah PSTAT CONSULTING (dr. Sopiyudin Dahlan, M.epid) FK UI. Keberhasilan peserta dalam mengikuti training ini diukur dengan metode pre-test dan post test. Bagi peserta yang memperoleh nilai sesuai dengan passing grade yang ditentukan oleh tim, maka akan mendapatkan sertifikat yang berlaku di FK UII.

sumber: http://medicine.uii.ac.id

Kamis, 06 Desember 2012

PENGUMUMAN LELANG CONSULTANT QUALIFICATION SELECTION (CQS) “MEDICAL LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (MLMS)

No. : 001-e/PNGMLMS.PHK-PKPD/12.12
Tanggal : 5 Desember 2012

PROGRAM HIBAH KOMPETENSI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHKPKPD) UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Loan Agreement No 7737-ID

Pemerintah Indonesia telah menerima pembiayaan dari Bank Dunia terhadap PROGRAM HIBAH KOMPETENSIPENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER (PHKPKPD) UNIVERSITAS ISLAM INDONESI, dan bermaksuduntuk menggunakan sebagian dari pinjaman tersebut untuk pembiayaan kontrak jasa layanan konsultansi.
Pelayanan jasa konsultansi tersebut meliputi:
1. Mengembangkan software e-learning yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di FK UII
2. Menyediakan konten virtual case untuk pembelajaran Blok FK UII
3. Melatih sumber daya internal FK UII (dosen dan staf nonedukatif/tenaga administrator) yang mampu mengembangkan konten virtual case secara mandiri) 
PHK-PKPD UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA, saat ini mengundang perusahaan konsultan yang memenuhi syarat untuk menyampaikan minat mereka dalam memberikan pelayanan jasa. Konsultan yang berminat harus memberikan informasi (hard copy) yang menunjukkan bahwa mereka memenuhi syarat untuk melakukan pelayanan jasa konsultansi yang diminta, dalam bentuk brosur, deskripsi pengalaman pekerjaan yang sama atau yang sesuai selama 5 tahun terakhir, ketersediaan tenaga ahli profesional yang sesuai, kemampuan keuangan, dan informasi lainnya yang relevan.
Konsultan akan diseleksi sesuai dengan prosedur sebagaimana ditentukan dalam the World Bank’s, Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers melaui metoda Consultant’s Qualification Selection (CQS).

Konsultan yang berminat dapat memperoleh informasi lebih lanjut pada alamat berikut: Ruang Kantor PIU PHK PKPD Gedung Fakultas Kedokteran lt. 1 Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km.14,5 Yogyakarta, telp. 0274-898444 ext. 2050, fax. 0274- 898444 ext 2007, email: phk.pkpd@uii.ac.id dari mulai pkl. 09.00 s/d 16.00 WIB.
Surat Pernyataan Minat (Expressions of interest ) harus diterima pada alamat dibawah ini paling lambat pada Kamis, 3 Januari 2013 pukul 14.00.


CPCU HPEQ Project
U/P: Direktur Eksekutif PHK-PKPD Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km.14,5 Yogyakarta
Telpon +62 274-898444 ext. 2050 (Cp: Asti)
Fax: + 62 274- 898444 ext 2007
E-mail: phk.pkpd@uii.ac.id

Lokakarya Pengembangan Stase Komprehensif

Kemampuan penalaran klinis (clinical reasoning) yang baik sangat dibutuhkan oleh seorang dokter karena kemampuan tersebut harus dimiliki ketika berhadapan dengan pasien mulai dari kegiatan anamnesis sampai ke pemilihan terapi. Namun demikian, pengajaran keterampilan penalaran klinis tersebut dirasakan belum optimal di FK UII. Salah satunya adalah metode pengajaran pada tahap pendidikan klinis, dimana rotasi pendidikan klinik mahasiswa berdasarkan atas departemen. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu inovasi pembelajaran clinical reasoning di tahap pendidikan klinik dengan mengembangkan pembelajaran clinical reasoning melalui stase komprehensif atau integrated clinica teaching.
Rabu, 22 Februari 2012, PHK PKPD UII, Program 4, telah melaksanakan lokakarya yang membahas tentang Pengembangan Stase Komprehensif di tahap pendidikan klinis. Lokakarya ini menghadirkan dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG., Ph.D dari FK UGM sebagai pembicara. Beliau menyampaikan pembelajaran yang terintegrasi dalam pendidikan klinis. Dalam materinya, dr Ova menyampaikan pentingnya pengembangan pembelajaran yang terintegrasi atau komprehensif di tahap pendidikan klinik. Desain pembelajaran klinis terintegrasi yang banyak dikembangkan saat ini adalah pembelajaran yang berbasis kepada masysrakat.
Selain dr. Ova Emilia, lokakarya yang dihadiri oleh dosen klinis dan staf departemen klinis ini, juga menghadirkan dr. Ch. Hari Nawangsih Priharsanti, Sp. Rad (K)., Onk. Rad., dari FK UNDIP, yang berbagi pengalaman bagaimana implementasi stase komprehensif di UNDIP yang sudah dilakukan sejak tahun 2004.
Dengan adanya kedua pembicara tersebut, diharapkan bisa membantu FK UII untuk menyusun konsep dan mengimplementasikan stase komprehensif. Selain itu, diharapkan pula metode pengajaran keterampilan penalaran klinis mahasiswa semakin baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas dokter lulusan Fk UII.

In House Training Pembuatan Media Ajar Berbasis Web

Proses belajar mengajar merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompeten. Proses ini akan tercapai lebih baik jika didukung oleh sarana penunjang yang memadai. Dosen sebagai fasilitator dalam proses belajar hendaknya mampu melakukan inovasi dalam penyusunan materi pengajaran sehingga akan mendorong proses belajar mengajar yang efektif dan efisiensi.
Upaya optimalisasi sumber daya pendukung pengajaran salah satunya melalui pemanfaatan media elektronik (E-Learning). Untuk itu, Sabtu, 9 Maret 2012, PHK PKPD FK UII program 3, melaksanakan In House Training yang bertajuk Pebuatan Media Ajar Berbasis Web. IHT yang dilaksanakan di Ruang Laboratorium Komputer FK UII ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman staf edukatif tentang macam-macam media ajar dan meningkatkan kemampuan dalam media ajar berbasis web.
Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 4 hari ini, mendatangkan pembicara sekaligus trainer dari STMIK Amikom Yogyakarta. Hari pertama, peserta disuguhkan materi terkait Pembuatan Media Pembelajaran Swish Max. Untuk hari kedua, peserta akan diberikan materi tentang Pembuatan Animasi dan media pembelajaran dengan Swish Max, hari ketiga tentang editing video untuk e-learning dan compositin video untuk VCD dan DVD interaktif. Selanjutnya, di hari keempat, peserta akan diberikan materi tentang pengenalan CMS, pembuatan web E-Learning dengan CMS, Manajemen content E-Learning dengan CMS dan Finishing E-Learning Multimedia dan web.
Kegiatan ini ditujukan agar dosen dapat melakukan penyusunan bahan ajar berbasis audio visual (multimedia) yang dapat diupload melalui website baik offline maupun online . Selain itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dosen dapat mengembangkan media ajar yang lebih menarik bagi mahasiswa serta meningkatkan motivasi dalam menguasai berbagai ilmu/materi belajar dan pada tahap berikutnya dapat meningkatkan penguasaan kompetensi mahasiswa.
In House Training yang diikuti oleh dosen dan tutor FK UII ini juga menunjang program PHK PKPD yang lain yaitu kegiaitan hibah pengajaran Computer Assisted Learning yang saat ini sudah sampai proses review oleh reviewer. Diharapkan setelah mengikuti IHT ini dapat membantu dosen dalam menyususn hibah pengajaran tersebut.

Staf Edukatif FK UII Mengikuti Kursus Leadership In Medical Education Di University Of Dundee, UK

Keberhasilan implementasi kurikulum ditentukan oleh banyak hal, mulai kualitas dan kapabilitas kurikulum sampai dengan sumber daya manusia dalam proses implementasinya. Kesuksesan implementasi tersebut juga ditentukan oleh adanya kemampuan kepemimpinan dalam implementasinya.

Untuk memenuhi kepentingan sebagaimana tersebut di atas diperlukan keberadaan sumber daya manusia terutama dosen atau staf akademik yang mempunyai pengetahuan dalam kepemimpinan untuk mengimplementasikan kurikulum dan berpengetahuan mendalam serta mampu menerapkan pengetahuannya bagi pengembangan pendidikan kedokteran. Dalam rangka mendapatkan kualifikasi tersebut diperlukan suatu program pendidikan yang dapat menghantarkan seseorang kepada kualifikasi tertinggi, sehingga untuk itu pengembangan staf akademik melalui pendidikan non gelar (non degree training) sangatlah diperlukan, sehinga Fakultas Kedokteran UII mengirimkan 3 staf edukatifnya untuk mengikuti kursus Leadership in Medical Education di University of Dundee, UK.

Salah satu peserta dari FK UII dr. S. Yumna Triyana, MSc, MClinSc(Hons) menyampaikan arti penting tentang leadership guna menjalankan visi dan misi sebuah oraganisasi, “Dalam sebuah organisasi atau institusi, diperlukan leadership dan management yang baik sehingga visi dan misi organisasi bisa terwujud. Menyadari pentingnya peran leadership dan management dalam sebuah organisasi, kami bertiga yakni dr. S. Yumna Triyana, MSc, MClinSc(Hons), dr P. Lutfi Ghazali, M.Kes dan dr. Maftuhah Nurbeti diutus oleh pimpinan fakultas melalui program PHKPKPD (program hibah kompetisi peningkatan kualitas pendidikan dokter) yang didanai oleh Dikti, untuk mengikuti program overseas non degree training di University of Dundee, Dundee, Scotlandia, UK. Kegiatan yang kami ikuti ini berupa shortcourse dengan topik Leadership and Management in Medical Education, yang diselenggarakan mulai tanggal 2 sampai dengan 6 Juli 2012” demikian ungkap dokter Yumna.

Rabu, 17 Oktober 2012

IDI Sarankan Bubarkan Fakultas Kedokteran Berakreditasi C

JAKARTA – Jumlah fakultas kedokteran di Indonesia cukup banyak, mencapai 72 fakultas. Hanya 14 fakultas kedokteran yang memiliki akreditasi A. Sementara sisanya terakreditasi B dan yang paling banyak C. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab masih banyaknya dokter di Indonesia tidak lulus Ujian Kompetensi Dokter (UKD). Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Prijo Sidipratomo SpRad (K), sebagian besar dokter yang gagal dalam UKD berasal dari fakultas kedokteran yang terakreditasi C.

“UKD itu sangat terkait dengan wajah fakultas kedokteran dimana dokter tersebut dihasilkan. Seringkali peserta UKD yang tidak lulus berasal dari fakultas kedokteran yang tidak bagus,”jelas Prijo di Jakarta, kemarin (27/9).

Prijo memaparkan, fakultas-fakultas kedokteran yang masih terakreditasi C membutuhkan asistensi lebih jauh. Dia memaparkan, pemerintah juga bisa memberikan pancingan dengan insentif. “Kalau ada insentif, mungkin fakultas-fakultas kedokteran yang nilainya masih C bisa termotivasi untuk segera meningkatkan akreditasinya,” jelasnya.

Selain itu, kata Prijo, pemerintah juga bisa memberlakukan kebijakan UKD yang lain. Pihaknya menyarankan agar pelaksanaan UKD tidak disamaratakan bagi seluruh fakultas kedokteran. Fakultas kedokteran dengan akreditasi A dan B sebaiknya diperbolehkan mengadakan UKD mandiri. “Tentunya dengan diawasi oleh profesi.

Sementara mereka yang belum mendapatkan akreditasi A dan B harus mengikuti UKD yang digelar oleh tim UKD Nasional. Dengan begitu, setiap fakultas kedokteran akan berlomba-lomba mempertahankan akreditas atau meningkatkan akreditasi,”paparnya.

Prijo melanjutkan, setiap fakultas diberikan waktu setidaknya lima tahun untuk memperbaiki akreditasinya. Namun, jika sampai jangka waktu tersebut , akreditasinya masih C, maka sebaiknya fakultas kedokteran tersebut dibubarkan. “Lima tahun tidak ada perubahan, nilai akreditasi tidak ada perbaikan (masih C), sebaiknya dibubarkan atau ditutup,”lanjutnya.

Prijo menambahkan, pemerintah juga harus tegas dalam menetapkan aturan UKD. Setidaknya, ada batasan untuk mengikuti UKD Nasional. “Intinya Dirjen Dikti Kemendikbud dan Konsil Kedokteran Indonesia bisa tegas. Di luar negeri itu, batasan mengikuti UKD hanya tiga kali. Di sini tidak ada batasannya, sehingga seorang dokter yang tidak lulus bisa berulang kali ikut ujian,” imbuh dia.

Sebelumnya, Ketua Komite Internship Dokter Indonesia Prof dr Mulyohadi Ali SpF (K) memaparkan jika sebanyak 35 persen dokter di Indonesia tidak lulus uji kompetensi . Hal tersebut disebabkan, masih rendahnya sumber daya manusia serta kelengkapan fasilitas pendidikan di Indonesia.

Kompetensi dokter adalah kemampuan dokter dalam melakukan praktik profesi kedokteran yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Setelah lulus uji kompetensi, yang bersangkutan akan menerima dan sertifikat kompetensi yang merupakan surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter atau dokter gigi untuk menjalankan praktik kedokteran di seluruh Indonesia.

sumber : www.jpnn.com

Rencana Implementasi program tahun 2013

Alhamdulillahirabbil'alamin Rencana Implementasi Program Tahun 2013 yang berisikan rencana kegiatan-kegiatan PHK PKPD UII di tahun 2013 telah mendapat persetujuan dari CPCU.
Pada Tahun 2013 PHK PKPD UII merencanakan beberapa kegiatan yang meliputi :
1. In House Training Sebanyak 3 kegiatan
2. Non Degree Training dalam negeri sebanyak 3 kegiatan
3. Degree Training (Beasiswa S2 dalam negeri ) sebanyak 3 (lanjutan program 2001-2012)
4. Overseas Non Degree Training Luar Negeri sebanyak 3  kegiatan
5. Hibah Pengajaran
6. Hibah Penelitian
7. Lokakarya Sebanyak 6 kegiatan
8  Pengembangan Sistem sebanyak 1 kegiatan
9. Pengadaan Barang dan Jasa 


Kamis, 14 Juni 2012

In House Training Pelatihan Penguji Evaluator Ujian OSCE

Kemampuan penalaran klinis (clinical reasoning) yang baik merupakan salah satu keterampilan klinis utama yang harus dikuasai oleh seorang dokter ketika menghadapi pasien. Mengingat keterampilan ini tidak mudah dicapai, FK UII berusaha mengajarkan keterampilan penalaran klinis tersebut sejak awal mahasiswa memasuki FK UII sampai tahap pendidikan akhir yaitu tahap pendidikan klinis di rumah sakit. Hasil pembelajaran clinical reasoning selama proses pendidikan yang telah dilakukan di FK UII dalam beberapa tahapan tersebut, pada tahap akhir akan diuji melalui Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI).  UKDI merupakan ujian akhir yang akan menilai tingkat penguasaan kompetensi dokter secara nasional.

Selasa, 12 Juni 2012

Lokakarya Evaluasi Budaya Akademik

Budaya akademik adalah semua kegiatan, baik intra aupun ekstra kulikuler yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik (kompetensi) sivitas akademika. Budaya akademik direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan visi/misi institusi dengan memperhatikan kearifan lokal dan berdasarkan analisa situasi. Dilaksanakan secara kontinyu dengan dukungan oleh semua pihak yang berkepentingan. Hal tersebut disampaikan dr. Ahmad Hamim Sadewa Ph.D., dalam acara Lokakarya Evaluasi Budaya Akademik, Selasa, 12 Juni 2012.

Senin, 11 Juni 2012

In House Traning Pengembangan Kegiatan Mahasiswa

Kondisi saat ini  diwarnai persaingan ketat di segala bidang dengan datangnya pasar bebas dan perubahan situasi yang sulit diduga (unpredictable), menuntut kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul. Dalam kondisi nilai-nilai kehidupan yang serba berubah, mahasiswa sebagai inti generasi muda menghadapi tantangan besar dalam menyongsong masa depan, terlebih dengan datangnya era pasar bebas. Karena itu, hanya perguruan tinggi (PT) yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang akan dapat eksis dan survive di tengah masyarakat global.

Rabu, 23 Mei 2012

Sosialisasi ONDT Assessment PHK PKPD UII


Nomor             : 37-b/DE-PHK.PKPD/02.12                    23  Mei 2012
Hal                  : Sosialisasi ONDT Assessment
Lampiran         : 3 lembar

Kepada Yth.
Dosen  
Fakultas Kedokteran UII

Assalamu’alaikum wr wb
Berkenaan dengan telah dimulainya kegiatan PHK PKPD FK UII  Tahun Anggaran 2012, salah satu kegiatannya  adalah Program Pendidikan Tidak Bergelar  Luar Negeri (Overseas Non Degree Training)  dengan peserta staf edukatif FK UII.
Adapun kegiatan ONDT berupa Short Course dengan tema Assessment yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli - 2 Agustus 2012 di Yong Lou Lin School of Medicine, National University Singapura. Kegiatan short course ini sepenuhnya dibiayai dengan dana PHK PKPD yang meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan akomodasi dengan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh DIKTI.
Adapun syarat untuk mengikuti kegiatan ini terlampir. Bagi bapak/ ibu yang berminat dan memenuhi persyaratan  untuk  megikuti kegiatan tersebut dimohon untuk mengajukan lamaran dan melengkapi  syarat administrasi (terlampir) yang ditujukan ke Direktur Eksekutif PHK PKPD UII paling lambat Hari Selasa  tanggal 29 Mei 2012 pukul 15.00 WIB di ruang sekretariat PHK PKPD UII. Calon peserta yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi untuk mengikuti wawancara tanggal 30 Mei 2012 pukul 13.00 di Ruang PHK PKPD UII.

Demikian informasi ini,atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr wb



Direktur Eksekutif

ttd 

dr. Umatul Khoiriyah, M.Med.Ed

Download
Surat sosialisasi ONDT Assessment Klik di sini
Lampiran 1. Syarat Peserta dan Ketentuan Aplikasi
Download di sini 
Lampiran 2 :Form Isian
Download di sini
Lampiran 3 : Surat Pernyataan
Download di sini

Sekretariat PHK PKPD UII
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Telp. (0274) 898444 ext.2050














Selasa, 22 Mei 2012

Lokakarya Pengembangan Assessment Afektif

Perbaikan kualitas proses pembelajaran perlu didukung sistem assessment yang baik. Sistem assessment di FK UII mencakup formatif dan sumatif assessment. Sistem assessment yang ada mencakup setiap kegiatan belajar yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa assessment kegiatan belajar lebih banyak menekankan pada penilaian aspek kognitif dan psikomotor, sedangkan penilaian aspek afektif belum terkonsep secara jelas dan komprehensif.

PHK PKPD Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Assessment Afektif. Lokakarya yang dilaksanakan 2 hari (21-22 Mei 2012) ini diperlukan untuk penyusunan penilaian afektif yang baik. Penilaian afektif yang baik akan membantu tercapainya kompetensi mahasiswa FK UII sesuai yang diharapkan. Tujuan dari diadakannya Lokakarya ini adalah mengevaluasi assessment afektif kegiatan belajar tahap sarjana kedokteran dan pendidikan klinik, menyusun draft assessment afektid yan telah disempurnakan untuk kegiatan belajar tahap sarjana kedokteran dan pendidikan klinik, serta mengimplementasikan assessment afektif.

Jumat, 30 Maret 2012

Lokakarya Persiapan UKDI

UKDI adalah uji kompetensi yang harus ditempuh oleh dokter yang baru lulus Fakultas Kedokteran atau Program Studi Profesi Dokter atau habis masa berlaku registrasinya sebagai salah satu syarat untuk mengurus registrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Kemampuan penalaran klinis yang baik merupakan salah satu ketrampilan pokok yang harus dikuasai oleh seorang dokter ketika menghadapi pasien. Mengingat ketrampilan ini tidak mudah dicapai, FK UII telah berusaha mengajarkan konsep penalaran klinis tersebut sejak awal mahasiswa memasuki fakultas kedokteran sampai tahap pendidikan akhir yaitu tahap pendidikan klinis di rumah sakit.

Kamis, 26 Januari 2012

Informasi tentang PHK PKPD

Informasi Singkat

Hasil berdasarkan Financial Assistance Package (FAP) untuk Institusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan

Banyak institusi pendidikan tinggi kesehatan Indonesia yang sangat membutuhkan penguatan kinerja institusi mereka untuk meraih persyaratan akreditasi untuk saat ini dan masa depan. Investasi dan capacity buildingdibutuhkan untuk itu. Oleh karena itu, proyek ini meliputi Financial Assistance Package (FAP) yang kompetitif untuk menciptakan peluang bagi sekolah medis untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kinerja dan mencapai standar akreditasi nasional. Hibah tersebut diberi nama Program Hibah Kompetisi – Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PHK-PKPD).


Proyek ini akan mengadopsi 3 prinsip kunci dalam mengalokasikan FAP : (i) hasil berdasar alokasi sumber daya sesuai dengan evaluasi kinerja tahunan, (ii) kompetisi yang sehat diantara sekolah medis sesuai dengan kapasitas mereka, (iii) kerjasama di antara sekolah medis yang sudah unggul maupun yang masih kurang untuk membangun kapasitas sekolah yang masih kurang kuat berdasarkan kebutuhan spesifik mereka.


Proyek ini akan memiliki 3 skema FAP :
Skema A : FAP bagi sekolah medis unggulan untuk membangun reputasi internasional dan memperkuat daya saing global Indonesia (Hibah Pengembangan Unggulan dan Kemitraan) 
Skema B : FAP untuk mendukung sekolah medis baru dan yang masih lemah kapasitasnya dalam meraih standar pendidikan medis yang ditetapkan oleh Indonesian Medical Council (IMC) melalui kerjasama dengan sekolah medis unggulan (Hibah Pengembangan Institusi Melalui Kemitraan) 
Skema C : FAP untuk mendukung sekolah medis yang kapasitasnya sedang dalam meraih standar pendidikan medis yang ditetapkan oleh Indonesian Medical Council (Hibah Peningkatan Mutu dan Akses) 


sumber : http://hpeq.dikti.go.id/?page_id=166

PHK PKPD UII masuk pada skema C, yaitu Hibah Peningkatan Mutu dan Akses. PHK PKPD UII bersekretariat di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Istilah - Istilah Dalam HPEQ Project

Bagi anda yang sedang sama- sama menjalankan HPEQ Project mungkin anda mendapatkan istilah-istilah 'asing' yang belum familiar selama ini, berikut beberapa Istilah yang ditemui dalam Hpeq Project :

1.  CPCU : Central Project Coordination Unit
2.  TOR    : Term Of Reference
3.  NOL    : No Objection Letter
4. HPEQ  : Health Profesional Education Quality (atau dalam bahasa indonesianya "Program Hibah Kompetisi  Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter disingkat (PHK PKPD)
5.  WB      : World Bank (Bank Dunia)
6.  KPA    : Kuasa Pengguna Anggaran
7.  Bidding Document : Dokumen Pengadaan
8.  Procurement Plan  : Perencanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa
9.  KAK   : Kerangka Acuan Kerja
10.BER   : Bidding Evaluation Report
11.Post Review  : Tahapan pengadaan barang dan

Kegiatan PHK PKPD UII Tahun 2012

Project Implementation Unit (PIU) PHK PKPD UII pada tahun 2012 merancang beberapa kegiatan guna melanjutkan program yang sudah berjalan pad Tahun 2011, Kegiatan dibagi menjadi 5 Aktivitas, meliputi 
1. Aktivitas 1, yaitu Peningkatan Kualitas Input Melalui Perbaikan Mekanisme Seleksi Mahasiswa Baru
2. Aktivitas 2, yaitu Peningkatan Relevansi Pendidikan Dokter Melalui Perbaikan Kurikulum
3. Aktivitas 3, yaitu Perbaikan Kualitas Proses Pembelajaran Melalui Inovasi Pembelajaran dan Optimalisasi Sumber Daya
4. Aktivitas 4, yaitu Penguatan Kemampuan Penalaran Klinis (Clinical Reasoning) Mahasiswa Untuk Mendukung Pencapaian Kompetensi
5. Aktivitas 5, yaitu Optimalisasi Pencapaian Prestasi Mahasiswa Melalui Penguatan Kemandirian dan Peningkatan Budaya Akademik untuk Menunjang Pembelajaran yang Terpusat pada Mahasiswa

Aktivitas-aktivitas tersebut dijabarkan dalam beberapa sub aktivitas dengan berbagai macam kegiatan yang berupa Lokakarya, Non Degree Training, In House Training, Degree Training, Pengembangan Sistem, Hibah Penelitian dan Hibah Pengajaran.
Berikut ini merupakan Kegiatan PHK PKPD UII pada tahun 2012